Tarian Lulo Tarian Persahabatan Khas Kendari

Gambar Tari Lulo
Saat jalan-jalan ke kendari dan ada pesta pasti tidak luput dari adanya tarian lulo. Saya senang kalau sudah ada tari lulo, bisa pegang-pegangan tangan :D, cara megang tangannya seperti orang bergandengan tangan, Tapi kalau sobat mau malulo liat-liat dulu, apalagi kalau masih belajar, bisa-bisa ke injak-injak kakinya, karna tarian ini mengikuti gerak musik yang bergerak bolak-balik ke kanan dan ke kiri dengan banyak variasi gerakan kaki.

Tarian Lulo merupakan salah satu jenis kesenian tari tradisional dari daerah Kendari Sulawesi Tenggara, Indonesia. Di Kendari terdapat beberapa suku. Suku Tolaki sebagai salah satu suku yang berada di daerah ini memiliki beberapa tarian tradisional , yang salah satunya adalah tarian lulo ini...

Ceritanya pada zaman dulu, tarian ini dilakukan pada upacara-upacara adat seperti : pernikahan, pesta panen raya dan upacara pelantikan raja, yang diiringi oleh alat musik pukul yaitu gong. Tarian ini dilakukan oleh pria, wanita, remaja, dan anak-anak yang saling berpegangan tangan, menari mengikuti irama gong sambil membentuk sebuah lingkaran. Gong yang digunakan biasanya terdiri dari 2 macam yang berbeda ukuran dan jenis suara. Tapi sekarang, gong sebagai alat musik pengiring tarian lulo telah digantikan dengan alat musik modern yaitu alat musik elektronik organ tunggal (electone).

Tarian Lulo ini memiliki filosofi lho...
Filososinya begini, “lulo” sebagai persahabatan, yang biasa ditujukan kepada muda-mudi suku Tolaki sebagai ajang perkenalan, mencari jodoh, dan mempererat tali persaudaraan sehingga tarian ini dilakukan dengan posisi saling bergandengan tangan dan membentuk sebuah lingkaran. Peserta tarian ini tidak dibatasi oleh usia maupun golongan, siapa saja boleh turut serta dalam tarian lulo, kaya miskin, tua, muda boleh bahkan jika anda bukan suku Tolaki atau dari negara lain bisa bergabung dalam tarian ini, yang penting adalah bisa mengikuti gerakan tarian ini. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah posisi tangan saat bergandengan tangan, untuk pria posisi telapak tangan di bawah menopang tangan wanita. Posisi tangan ini merupakan simbolisasi dari kedudukan, peran, etika pria dan wanita dalam kehidupan.

Yang terpenting dari semua itu adalah arti dari tarian Lulo sendiri, yang mencerminkan bahwa masyarakat Tolaki adalah masyarakat yang cinta damai dan mengutamakan persahabatan dan persatuan dalam menjalani kehidupannya. Seperti filosofi masyarakat Tolaki yang diungkapkan dalam bentuk pepatah samaturu, medulu ronga mepokoaso, yang berarti masyarakat Tolaki dalam menjalani perannya masing-masing selalu bersatu, bekerja sama, saling tolong–menolong dan bantu-membantu.
Selanjutnya
« Sebelumnya
Sebelumnya
Selanjutnya »