Manfaat serta hukum-hukum dalam berpuasa.

Selamat Puasa
Kali ini saya akan posting tentang hukum serta manfaat berpuasa. karna kita sebagai muslim hendaknya jangan hanya berpuasa jika bulan ramadhan saja, tapi kita perlu juga melakukan puasa sunah lainnya, contohnya seperti puasa senin kamis. Selain dapat menambah pahala juga untuk melatih diri kita dalam mengendalikan hawa nafsu yang kadang-kadang membawa kita ke jurang kehancuraan. Karena berpuasa adalah merupakan salah satu rukun islam, maka kita perlu tahu akan syarat sahnya puasa serta hukum-hukum dalam melaksanakan puasa. dan untuk memotivasi kita untuk melakukan puasa, kita juga harus tahu manfaat dari menjalankan puasa tersebut. sehingga kita bisa melaksanakan puasa dengan baik dan khusyu.

Definisi Puasa
Puasa ialah menahan diri dari makan, minum dan bersenggama mulai dari terbit fajar yang kedua sampai terbenamnya matahari. Firman Allah Ta'ala: "….dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam...." (Al-Baqarah:187)

Syarat sahnya puasa
Syarat-syarat sahnya puasa ada enam:
  1. Islam: tidak sah puasa orang kafir sebelum masuk Islam.
  2. Akal: tidak sah puasa orang gila sampai kembali berakal.
  3. Tamyiz: tidak sah puasa anak kecil sebelum dapat membedakan (yang baik dan yang buruk).
  4. Tidak haid: tidak sah puasa wanita haid, sebelum berhenti haidnya.
  5. Tidak nifas: tidak sah puasa wanita nifas, sebelum suci dari nifas.
  6. Niat: menyengaja dari malam hari untuk setiap hari dalam puasa wajib. Hal ini didasarkan pada sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam hari sebelum fajar, maka tidak sah puasanya." (HR.Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, An-Nasa'i dan At-Tirmidzi. Ia adalah hadits mauquf menurut At-Tirmidzi). Dan hadits ini menunjukkan tidak sahnya puasa kecuali diiringi dengan niat sejak malam hari yaitu di salah satu bagian malam. Kewajiban niat semenjak malam harinya ini hanya khusus untuk puasa wajib saja, karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah datang ke Aisyah pada selain bulan Ramadhan, kemudian beliau bersabda (yang artinya): "Apakah engkau punya santapan siang? Maka jika tidak ada aku akan berpuasa" [Hadits Riwayat Muslim 1154].
Sunah Berpuasa
Hal-hal sunah yang bisa dilakukan saat berpuasa:
  1. Mengakhirkan sahur sampai akhir waktu malam, selama tidak dikhawatirkan terbit fajar.
  2. Segera berbuka puasa bila benar-benar matahari terbenam.
  3. Memperbanyak amal kebaikan, terutama menjaga shalat lima waktu pada waktunya dengan berjamaah, menunaikan zakat harta benda kepada orang-orang yang berhak, memperbanyak shalat sunat, sedekah, membaca Al-Qur'an dan amal kebajikan lainnya.
  4. Jika dicaci maki, supaya mengatakan: "Saya berpuasa," dan jangan membalas mengejek orang yang mengejeknya, memaki orang yang memakinya, membalas kejahatan orang yang berbuat jahat kepadanya; tetapi membalas itu semua dengan kebaikan agar mendapatkan pahala dan terhindar dari dosa.
  5. Berdo'a ketika berbuka sesuai dengan yang diinginkan. Seperti membaca do'a: "Ya Allah hanya untuk-Mu aku beupuasa, dengan rizki anugerah-Mu aku berbuka. Mahasuci Engkau dan segala puji bagi-Mu. Ya Allah, terimalah amalku, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui"
  6. Berbuka dengan kurma segar, jika tidak punya maka dengan kurma kering, dan jika tidak punya cukup dengan air.
Hal-hal yang membatalkan puasa.
  1. Makan dan minum dengan sengaja. Jika dilakukan karena lupa maka tidak batal puasanya.
  2. Jima' (bersenggama).
  3. Memasukkan makanan ke dalam perut. Termasuk dalam hal ini adalah suntikan yang mengenyangkan dan transfusi darah.
  4. Mengeluarkan mani dalam keadaan terjaga karena onani, bersentuhan, ciuman atau sebab lainnya dengan sengaja. Adapun keluar mani karena mimpi tidak membatalkan puasa karena keluamya tanpa sengaja.
  5. Keluamya darah haid dan nifas. Manakala seorang wanita mendapati darah haid, atau nifas batallah puasanya, baik pada pagi hari atau sore hari sebelum terbenam matahari.
  6. Sengaja muntah, dengan mengeluarkan makanan atau minuman dari perut melalui mulut. Hal ini didasarkan pada sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Barangsiapa yang muntah tanpa sengaja maka tidak wajib qadha, sedang barangsiapa yang muntah dengan sengaja maka wajib qadha." (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan At-Tirmidzi). Dalam lafazh lain disebutkan: "Barangsiapa muntah tanpa disengaja, maka ia tidak (wajib) mengganti puasanya." Diriwayatkan oleh Al-Harbi dalam Gharibul Hadits (5/55/1) dari Abu Hurairah secara maudu' dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Silsilatul Ahadits Ash-Shahihah No. 923.
  7. Murtad dari Islam -semoga Allah melindungi kita darinya. Perbuatan ini menghapuskan segala amal kebaikan. Firman Allah Ta'ala: "Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan." (QS. Al-An'aam: 88).
"Tidak batal puasa orang yang melakukan sesuatu yang membatalkan puasa karena tidak tahu, lupa atau dipaksa. Demikian pula jika tenggorokannya kemasukan debu, lalat, atau air tanpa disengaja. Jika wanita nifas telah suci sebelum sempurna empat puluh hari, maka hendaknya ia mandi, shalat dan berpuasa."

Kewajiban orang yang berpuasa
Orang yang berpuasa, juga lainnya, wajib menjauhkan diri dari perbuatan dusta, ghibah (menyebutkan kejelekan orang lain), namimah (adu-domba), laknat (mendo'akan orang dijauhkan dari rahmat Allah) dan mencaci-maki. Hendaklah ia menjaga telinga, mata, lidah dan perutnya dari perkataan yang haram, penglihatan yang haram, pendengaran yang haram, makan dan minum yang haram.

Jenis-jenis puasa Sunah.
  • Puasa 6 hari pada bulan Syawwal.
  • 3 hari pada setiap bulan (yang afdhal yaitu tanggal 13, 14 dan 15; disebut shaum al-biidh)
  • Hari Senin dan Kamis
  • 9 hari pertama bulan Dzul Hijjah (lebih ditekankan tanggal 9, yaitu hari Arafah)
  • Hari 'Asyura (tanggal 10 Muharram) ditambah sehari sebelum atau sesudahnya untuk mengikuti jejak Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan para sahabatnya yang mulia serta menyelisihi kaum Yahudi.
Berikut adalah manfaat dari berpuasa.
  1. Saat berpuasa, sekitar 600 miliar sel dalam tubuh menghimpun diri agar dapat bertahan hidup. Dengan berhimpunnya 600 miliar sel, daya tahan tubuh seseorang akan semakin tangguh.
  2. Memberikan kesempatan pada alat-alat pencernaan yang pada hari-hari tidak berpuasa bekerja ekstra keras.
  3. Membebaskan tubuh dari racun, kotoran dan ampas (seperti tinja, urin, CO2, dan keringat) yang berarti membatasi suplai makanan yang masuk ke dalam tubuh, penumpukan racun dan kotoran dapat dicegah, dengan begitu akan mengurangi risiko penumpukan bakteri, virus seperti kuman yang merupakan racun di dalam tubuh, sehingga menghentikan makanan untuk bakteri–virus dan sel kanker–sehingga tidak mampu hidup dalam tubuh manusia.
  4. Adanya peningkatan sel darah putih yang sangat penting bagi kekebalan tubuh terhadap berbagai infeksi.
  5. Meningkatkan daya serap makanan yang semula hanya menyerap gizi sebesar 35% dari semua gizi yang dikandung dalam makanan menjadi hampir mencapai 85%.
  6. Bermanfaat pada proses pengobatan pasien obesitas yang sering menjadi pemicu penyakit-penyakit seperti jantung, hipertensi, dan gangguan kardiovaskuler.
  7. Mampu memperbaiki fungsi-fungsi hormon dalam tubuh, termasuk hormon yang berkaitan dengan reproduksi.
  8. Cadangan energi yang tersimpan dalam tubuh (dalam sel kulit dan berbentuk lemak) dikeluarkan sehingga melegakan pernafasan organ tubuh serta sel-sel penyimpannya yang menjadikan kulit segar dan lembut. Kulit yang semula kendur akan berganti makin kencang dan tidak gampang berkerut.
  9. Mengobati stroke, hipertensi, hipotensi, diabetes melitus, pengerasan pembuluh darah.
  10. Mencegah serangan kanker hati, kanker lambung, hepatitis, pendarahan otak, gangguan ginjal, radang tenggorokan, radang hidung, amandel, dan radang kandung kemih.
  11. Anda belajar menjadi orang yang lebih sabar dan tenang
  12. Puasa Bisa mengurangi berat badan; Puasa merupakan cara yang paling cepat, efektif untuk mengurangi berat badan, detoksifikasi, penyembuhan dan memperpanjang kemungkinan harapan hidup baik dengan cara preventif maupun kuratif.
  13. Puasa sebagai terapi nutrisi yang natural; Puasa adalah salah satu cara penyembuhan alami terhebat yang pernah ada. Hampir bisa dikatakan bahwa puasa adalah obat dari semua masalah. Hewan pun secara insting akan berpuasa jika sakit. Puasa bisa mengalirkan kembali energi yang terpendam, lebih kreatif dan lebih merasa hidup. Memang puasa yang dimaksud adalah untuk mengatur orang yang overnutrisi dibandingkan yang malnutrisi. Masalah penyalahgunaan diit, pola makan westernisasi di negara dunia ketiga, telah menumbuhkan berbagai macam penyakit degeneratif seperti atherosklerosis, hipertensi, penyakit jantung, alergi, diabetes dan kanker. Puasa dapat membantu menyembuhkan penyakit ini dan juga mencegahnya.
  14. Hidup lebih baik dengan berpuasa, karena dengan puasa tidak hanya tubuh anda menjadi lebih sehat tapi juga hati anda InsyaAllah menjadi lebih bersih.
  15. Berpuasa akan mengistirahatkan sistem pencernaan kita; Mungkin selama kita hidup, hanya puasa yang dapat membuat istirahat secara fisiologis pada sistem saluran cerna kita, perbanyak makan buah dan sayuran untuk membantu proses ini
Demikian hukum dan manfaat berpuasa, semoga dapat menambah pengetahuan tentang hukum dan manfaat berpuasa.

Referensi : Dari berbagai sumber.
Selanjutnya
« Sebelumnya
Sebelumnya
Selanjutnya »