Beberapa pertanyaan tentang Shalat Tahajjud

Dahsyatnya Shalat Tahajjud

Apakah dalil yang berkenaan dengan shalat tahajjud?
Jawaban:
"Dan pada sebagian malam hari shalat Tahajjud-lah kamu...." [Al-Israa’: 79]
"Shalat yang paling utama setelah shalat yang fardhu adalah shalat di waktu tengah malam.” [Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 1163 (203)), dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu]

Apakah keutamaan serta keistimewaan shalat tahajjud?
Jawaban:
Shalat Tahajjud memiliki sekian banyak keutamaan dan keistimewaan sehingga seorang penuntut ilmu sangat ditekankan untuk mengerjakannya. Di antara keistimewaannya adalah.
  1. Shalat Tahajjud adalah sebaik-baik shalat setelah shalat fardhu.
    Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
    "Sebaik-baik puasa setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Muharram, dan sebaik-baik shalat setelah shalat yang fardhu adalah shalat malam.” [Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Imam Muslim (no. 1163 (203)), dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu]
  2. Shalat Tahajjud merupakan kemuliaan bagi seorang Mukmin.
    Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
    "Malaikat Jibril mendatangiku, lalu berkata, ‘Wahai Muhammad, hiduplah sekehendakmu karena kamu akan mati, cintailah seseorang sekehendakmu karena kamu akan berpisah dengannya, dan beramallah sekehendakmu karena kamu akan diberi balasan, dan ketahuilah bahwa kemuliaan seorang Mukmin itu ada pada shalat malamnya dan tidak merasa butuh terhadap manusia.” [Hadits hasan: Diriwayatkan oleh al-Hakim (IV/325), dishahihkannya dan disepakati adz-Dzahabi, sanadnya dihasankan oleh al-Mundziri dalam at-Targhiib wat Tarhiib (I/640).]
  3. Kebiasaan orang yang shalih.
  4. Pendekatan diri kepada Allah Ta’ala.
  5. Menjauhkan dosa.
  6. Penghapus kesalahan.
    Keempat keutamaan ini (poin 3-6) terangkum dalam sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam.
    "Hendaklah kalian melakukan shalat malam karena ia adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian, ia sebagai amal taqarrub bagi kalian kepada Allah, menjauhkan dosa, dan penghapus kesalahan.” [Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi (no. 3549), al-Hakim (I/308), dan al-Baihaqi (II/502)]
  7. Shalat malam adalah wasiat yang pertama kali Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam sampaikan kepada penduduk Madinah ketika beliau memasukinya. Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
    "Wahai manusia! Sebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah silaturahmi, dan shalatlah di malam hari ketika orang lain sedang tidur, niscaya kalian akan masuk Surga dengan selamat.” [Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (V/451), at-Tirmidzi (no. 2485), Ibnu Majah (no. 1334, 3251)]
  8. Shalat malam sebagai sebab diangkatnya derajat seseorang. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ketika ditanya tentang tingkatan dalam derajat.
    "Memberi makan, ucapan yang santun, dan shalat di malam hari ketika orang lain tidur.” [Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (V/243), at-Tirmidzi (no. 3235), dan al-Hakim (I/521)]
  9. Dapat menguatkan hafalan Al-Qur-an, membantu bangun untuk shalat Shubuh, mencontoh generasi terdahulu, dan lainnya.
Berapakah rakaat Shalat Tahajud ?
Jawaban:
Salat nafilah al-layl (tahajjud) adalah 11 rakaat, yang terdiri dari:
  • 8 rakaat yang disebut dengan shalat al-layl. Delapan rakaat ini dilakukan dengan cara: setiap dua rakaat diakhiri satu kali salam. Sehingga ada 4 kali salam untuk 8 rakaat. Setiap usai dua rakaat dan salam, disunnahkan (mustahabb) membaca Tasbih al-Zahra (yakni 33 x subhanallah, 33 x alhamdulillah, dan 34 x allahu akbar), dan sujud syukur.
  • Setelah 8 rakaat, kemudian salat dua 2 rakaat yang disebut dengan shalat al-syaf`i (salat genap). Disebut genap karena berjumlah dua rakaat. Diberi jeda waktu antara shalat al-layl yang 8 rakaat dan shalat al-syaf`i yang berjumlah 2 rakaat.
  • Usai shalat al-syaf`i (mudahnya disebut salat syafa`) lalu diakhiri dengan salat witir, yakni 1 rakaat. Disebut witir (ganjil) karena berjumlah ganjil, yakni 1 (satu). Dua rakaat sebelum witir bukan termasuk witir, karena berjumlah dua rakaat. Dua rakaat sebelum witir disebut salat genap, atau shalat al-syaf`i.
Ketika kita akan melakukan shalat tahajud, tapi tidak melakukan tidur sejenak itu hukumnya gimana?.
Jawaban :
Menurut makna "tahajud" yang berarti salat malam setelah bangun dari tidur, memang seakan-akan salat tahajud itu menyaratkan tidur lebih dulu. Kalau belum tidur maka salat itu tidak disebut salat tahajud, namun disebut shalat "qiyamullail" (shalat malam).

Mengapa tahajud itu sangat dianjurkan?
Jawaban:
Pada dasarnya ia dangat dianjurkan karena tengah malam adalah saat mustajabah untuk memanjatkan doa. Tengah malah adalah saat yang tenang, kebanyakan orang pada pulas tidur, namun para malaikat turun ke bumi untuk mendengarkan keluhan dan jeritan hati manusia untuk disampaikan kepada Allah. Kita tidak akan melakukan salat malam tanpa kesungguhan/komitmen yang ekstra.

Nah, di sini bisa kita simpulkan bahwa hukum yang berlaku adalah "hukum kebanyakan": karena kebanyakan orang terlelap tidur di tengah malam, maka jika ada seseorang mau melakukan salat sunah di tengah malam itu berarti melakukan sesuatu yang berat, sesuatu yang luar biasa, butuh kesungguhan.

Apakah orang-orang yang tidak tidur pada malam hari karena satu dan lain hal, dia tidak disunahkan melakukan salat tahajud (salat malam)? dan Apakah salat yang dilakukannya pada tengah malam atau fajar tanpa ia tidur terlebih dulu nilainya tidak sebaik orang yang tidur sebelumnya?
Jawaban:
Allah Maha Bijaksana. Orang yang kebetulan karena tugas pada malam hari, atau karena lain hal hingga ia sulit tidur malam, tetap disunahkan melakukan salat malam. Kalaupun secara bahasa salatnya orang seperti ini tidak disebut salat tahajud (yang berarti salat malam setelah tidur), salatnya tetap disebut salat malam, karena dilakukan pada malam hari. Dan fadhilahnya (keutamaannya) tak lebih rendah dari salat malam yang dilakukan setelah tidur. Karena yang menentukan besar kecilnya fadhilah sebuah ibadah adalah kekhusyukan dan ketulusan.
Selanjutnya
« Sebelumnya
Sebelumnya
Selanjutnya »

1 comments:

Click here for comments
minah amina
admin
Kamis, 08 Juni 2017 03.23.00 WITA ×

pada bulanramdhan ini kita melaksanakan shalat sunnat terawih dan ditutup dengan shalat witir, jika kita mau laksanakan shalat tahajjud pada malam itu apakah kita tidak melaksanakan witir stelah selesai terawih? Mohon penjelasannya

Terima kasih bro minah amina kamu adalah komentator yang PERTAMAX...! hehehehe...
Reply
avatar