New Update :

Jenis-Jenis Rumah adat suku tolaki

Rumah adat suku tolaki
Secara universal rumah tinggal dikalangan suku bangsa Tolaki disebut "Laika" (Konawe) dan "Raha" (Mekongga), yang berarti "rumah" dan ada juga istilah yang menunjukan rumah seperti poiaha. Pada masa lalu laika masih digunakan di beberapa daerah seperti Desa Laikaaha Kecamatan Ranomeeto Konawe Selatan. Di daerah ini pernah berdiri "Laika aha" atau rumah induk yaitu rumahnya penguasa Kerajaan Konawe di sebelah barat "Tambo tepuliano Oleo" Kerajaan Konawe, Sorumba. Bekas rumah tersebut masih dapat di saksikan secara arkeologis. Terdapat juga nama daerah yang menggunakan nama Desa Laikaaha yang terletak di Kecamatan Uepai Kabupaten Konawe Sekarang. Hal ini sesuai sumber yang diungkapkan oleh Paul und Frederic Sarasin (1904) yang merupakan rumah kepala adat atau kepala suku (Pu’u tobu). Bentuk tipologi rumah adat juga pernah berdiri di daerah Wawonggole yang dikenal dengan "Laika sorume".

Pada paruh tahun 1904-1960an, masih di jumpai rumah-rumah penguasa seperti laika Kataba salah satunya Kataba Pu’u tobu Tongauna, Kataba Sembe Benua, dll. Rumah tinggal ini ada beberapa jenis, antara lain:
  • “Laika Mbu’u” (Rumah induk atau rumah pokok)
    Laika mbu’u (di konawe), laika raha (di mekongga/kolaka), artinya rumah pokok. Disebut demikian karena bentuknya lebih besar daripada rumah biasa. Rumah semacam ini didirikan dipinggir kebun atau ladang menjelang akan dimulainya panen dan biasanya ditempati oleh beberapa keluarga.
  • Rumah di kebun “Laika Landa”
    Laikan landa, yakni jenis rumah tinggal yang didirikan ditengah-tengah atau dipinggir kebun dan didiami oleh satu keluarga. Rumah ini ditempati selama proses pengolaan kebun sampai selesai. Setelah selesai panen dan padi sudah selesai disimpan pada lumbung padi (o’ala), rumah ini biasanya ditinggalkan jadi laika ini bukan tempat tinggal permanen.
  • Patande
    Laika patande adalah jenis rumah yang didirikan ditengah-tengah kebun sebagai tempat istirahat. Bentuk konstruksi bangunannya lebih kecil daripada laika landa.
  • Laika kataba
    Laika kataba adalah jenis rumah papan. Bahan-bahannya terdiri dari balok dan papan. Rumah ini didirikan dengan memakai sandi atau kode tertentu, jenis rumah ini masih kita temukan di daerah kabupaten konawe di kelurahan lawulo, kecamatan anggaberi yang dibangun oleh Dr. H. Takahasi Rahmani, M.Ph.
  • Rumah penguburan (Laika sorongga atau laika nggoburu)
    Laika sorongga atau laika nggoburu yaitu rumah makam bagi raja (mokole/sangia) pada masa lalu di kerajaan konawe atau rumah makam bagi keluarga raja, pada rumah tersebut tinggal beberapa rumah tangga budaknya untuk menjaga makam tersebut yang di dalamnya terdapat soronga. Pada masa lalu rumah soronga atau laika nggoburu terdapat didaerah meraka wilayah Kecamatan Lambuya sekarang.
  • Rumah Pengayauan “Laika Mborasaa”
    Laika Mborasaa, adalaha jenis rumah yang didirikan pada suatu tempat sebagai tempat penjagaan dan sebagai tempat istirahat bagi orang-orang yang telah melaksanakan tugas mengayau (penggal kepala) ke beberapa tempat di daerah sulawesi tenggara. Pada zaman dahulu pra pemerintahan Belanda, rumah ini sering menjadi sasaran para penjahat untuk merampok orang-orang yang hendak lewat istirahat di laika mborasa’a untuk istirahat. Jenis rumah ini hanya satu buah yaitu bertempat di lalondae (kabupaten kolaka sekarang), jenis rumah ini sudah tidak ditemukan lagi.
  • Rumah tempat tinggal Raja “Komali”
    Komali adalah jenis laika owose (rumah besar), khusus untuk tempat tinggal Raja. Rumah semacam ini tinggi dan kuat. Bahan-bahannya terdiri dari kayu, bambu dan atapnya terbuat dari rumbia. Pada bagian tertentu rumah ini ditemukan ukiran (pinati-pati).
  • Laika wuta
    Laika wuta adalah jenis rumah tempat tinggal yang lebih kecil dari laika landa. Bentuk atapnya seperti rumah jengki.
  • Raha Bokeo rumah Raja di daerah Mekongga Kolaka
    Raha bokeo (di kolaka), adalah jenis rumah tempat tinggal raja-raja (bokeo) Mekongga di Kolaka, ukurannya besar jumlah tiangnya 70 buah, yang terdiri rumah induk 25 tiang, ruang tambahan (tinumba) atau ancangan 20 tiang (otusa), teras depan (galamba) 10 tiang dan dapur (ambolu) 15 tiang. Sedangkan raha bokeo untuk ukuran sedang jumlah tiangnya 27 buah, yang terdiri dari rumah induk 9 tiang, ruang tambahan (tinumba) 6 tiang, teras depan (galamba) 3 tiang dan dapur 9 tiang.
  • O’ala (tempat penyimpanan padi)
    O’ala yaitu jenis rumah penyimpanan. Yang dimaksud rumah penyimpanan adalah segala bangunan yang dipergunakan untuk tempat menyimpan benda-benda keperluan hidup. Bangunan ini antara lain adalah tempat menyimpan padi yang disebut o’ala (ala mbae) berarti lumbung padi.
  • Laika walanda (rumah panjang gaya arsitek Belanda)
    Laika walanda adalah jenis rumah panjang. Laika walanda juga dikenal dengan rumah pesangrahan yaitu rumah yang biasanya digunakan oleh orang-orang Belanda untuk bersantai seperti berdansa ataupun pesta. Pada ruang tengah sepanjang rumah ini ada ruangan kosong, sedang dibagian kiri dan kanan terdapat ruang istirahat yang lantainya setinggi pinggang dan berpetak-petak. Model rumah ini seperti asrama memanjanng.
  • Laika mbondapo’a
    Laika mbondapo’a adalah jenis rumah panggung tempat memanggang kopra. Bentuknya seperti rumah jengki yang tidak memiliki diding (orini). Lantainya lebih agak tinggi dari dasar tanah. Pada saat pemakaiannya, panggung ini diselubungi daun kelapa sambil memberi pengapian dibawahnya.
Rumah tinggal suku Tolaki adalah rumah panggung yang berbentuk persegi empat panjang. Karena pada masa lalu belum dikenal ukuran meter, maka pembuatan rumah diukur dengan depa, misalnya 5 x 7depa dan seterusnya.

Referensi:
Seminar hasil penelitian Basrin Melamba, S.Pd, M.A. (Dosen Tetap Ilmu Sejarah FKIP UNHALU).

Ditulis Oleh : Agung Gusrianto

Artikel tentang "Jenis-Jenis Rumah adat suku tolaki" ini ditulis oleh Agung Gusrianto pada hari Jumat, 09 November 2012. Kritik dan saran mengenai Jenis-Jenis Rumah adat suku tolaki ini dapat anda sampaikan melalui kotak komentar dibawah. Terima kasih. Rating: 10 out of 10 based on 24 ratings. 5 user reviews.
Komentar
3 Komentar

3 komentar:

  1. saya pernah berkunjung ke konawe, dan dengan membaca artikel ini saya jadi lebih memahami makna bangunan bersejarah ini :-)

    BalasHapus
  2. Kekayaan budaya yang begitu berharga

    BalasHapus
  3. Bisa bergabung bersama kami di ORGANISASI KAMI CINTA BUDAYA TOLAKI?? share on Facebook Now

    BalasHapus

Copyright © 2011 Sip Online | Powered by Blogger