Pemahaman tentang keimanan berdasarkan Ayat Al-Quran dan Hadist

Keimanan
Iman menurut bahasa adalah membenarkan dengan hati atau percaya, sedangkan menurut syara’ iman itu bukanlah suatu angan-angan akan tetapi apa yang telah mantap dalam hati, di ucapkan dengan lisan dan dibuktikan lewat amal perbuatan

Berikut adalah pengertian Iman yang ada dalam Al-Quran dan Hadist :

Hakikat Iman

Hakikat iman (nur iman) adalah Cahaya Allah yang memancar di hati orang yang dikehendaki Allah bersih dari segala sesuatu yang tidak disukai-Nya.

QS. Al Baqarah (2) : 257
Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman).

QS. Al Maidah (5) : 16
… dengan kitab itu pula Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita
kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, ... [Referensi QS
14:1, 5 ; 33:43 ; 57:9 ; 65:11]

QS. An Nuur (24) : 40
barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun.

QS. Az Zumar (39) : 22
orang-orang yang dibukakan Allah hatinya (untuk) berserah diri lalu ia mendapat cahaya dari Rabbnya

Sabda Rasulullah SAW

Apabila cahaya Allah telah masuk kedalam qalbi maka dadapun menjadi lapang dan terbuka…” Seorang sahabat bertanya, “Apakah yang demikian itu tanda-tandanya ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Ya, orang-orang yang mengalaminya lalu merenggangkan pandangannya dari negeri tipuan (dunia) dan bersiap menuju ke negeri abadi (akhirat) serta mempersiapkan mati sebelum mati.

QS. Al An’am (6) : 122
Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan ditengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya.

QS. Al Hadid (57) : 12
(yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mu'min laki-laki dan perempuan sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka…

Sahabat Anas bin Malik meriwayatkan; Suatu ketika Rasulullah SAW sedang berjalan-jalan. Beliau bertemu dengan seorang sahabat Anshar bernama Haritsah. Rasulullah SAW bertanya: "Bagaimana keadaanmu ya Haritsah?" Haritsah menjawab : "Hamba sekarang benar-benar menjadi seorang mukmin billah". Rasulullah SAW menjawab: "Yaa Haritsah, pikirkanlah dahulu apa yang engkau ucapkan itu, setiap ucapan itu harus dibuktikan!" Haritsah menjawab : "Ya Rasulullah, hawa nafsu telah menyingkir, kalau malam tiba hamba berjaga untuk beribadah kepada Allah dan di waktu siang hamba berpuasa..." Sekarang ini hamba dapat melihat Arsy. Allah tampak dengan jelas di depan hamba... Hamba dapat melihat orang di surga saling kunjung mengunjungi, Hamba dapat melihat orang di neraka berteriak-teriak..."Maka Rasulullah SAW berkata : "Engkau menjadi orang yang Imannya dinyatakan dengan terang oleh Allah SWT di qolbimu".

Sabda Rasulullah SAW

“…takutlah kamu akan firasat orang-orang mukmin, sebab mereka memandang dengan cahaya Allah…”

Fungsi Iman

Fungsi iman adalah sebagai Syarat untuk mendapat petunjuk/pimpinan Allah. Syarat Untuk Mengerti Penjelasan Al Qur’an, dan Media Mengenal-Nya dan Rasul-Nya
  1. Syarat untuk mendapat petunjuk/pimpinan Allah.
    QS. Al Baqarah (2) : 272
    Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya.

    QS. An Nuur (24) : 35
    … Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki…

    QS. Ar Ra’du (13) : 27-28
    Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya, (yaitu) orang-orang yang beriman …

    QS. Al Hajj (22) : 54
    … sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.

    QS. Yunus (10) : 9
    Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, mereka diberi petunjuk oleh Rabb mereka karena keimanannya…

    QS. At Taghabuun (64) : 11
    Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.
  2. Syarat Untuk Mengerti Penjelasan Al Qur’an.
    Iman adalah syarat untuk dapat menyentuh (mengerti penjelasan terdalam ) dari Al Qur’an.

    QS. Asy Syura (42) : 52
    Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al-Kitab (al-Qur'an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan padanya cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. [Referensi QS 4:174 ; 64:8]

    QS. Al Waaqiah (56) : 77-79
    sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.

    QS. Fushilaat (41) : 53
    Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa al-Qur'an itu benar.

    QS. Al Ankaabuut (29) : 49
    Sebenarnya, al-Qur'an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu.

    QS. Ali Imran (3) : 7
    Dia-lah yang menurunkan Al-Kitab (al-Qur'an) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamat itulah pokok-pokok isi al-Qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. … padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Rabb kami". Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan ulil albab.
  3. Iman Media Mengenal-Nya dan Rasul-Nya
    QS. Al Hadiid (57) : 19
    Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu orang-orang yang Shiddiqin dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Rabb mereka. Bagi mereka pahala dan cahaya mereka.
Tempat Iman

Tempat cahaya iman (nur iman) didalam hati.

QS. Al Hujuraat (49) : 7
… Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu …

QS. Al Hujuraat (49) : 14
Orang-orang Arab Badwi itu berkata: "Kami telah beriman". Katakanlah (kepada mereka):" Kamu belum beriman,tetapi katakanlah 'kami telah tunduk', karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu.

QS. Al Mujaadilah (58) : 22
Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka …

Hadits Qudsi

Berkata Wahab bin Munabbih, bahawasanya Rasulullah SAW telah bersabda : Allah Ta'ala telah berfirman : "Sesungguhnya semua petala langit dan bumi akan menjadi sempit untuk merangkul Zat-Ku, akan tetapi Aku mudah untuk dirangkul oleh qalbu (hati) seorang Mukmin." (Hadits Riwayat Ahmad)

Sekian sedikit ulasan tentang iman berdasarkan Al-Quran dan Hadist. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu dan wawasan sobat.
Selanjutnya
« Sebelumnya
Sebelumnya
Selanjutnya »